Youngpreneur Meningkat, Tata Motors Brand Cerdas Turut Andil

 

Beberapa waktu lalu, saya dengan beberapa rekan-rekan dosen muda sedang berdiskusi, setiap tahun ajaran baru kami kerap riset kecil-kecilan dengan menanyakan kepada mahasiswa/i kami. Apa yang kamu harapkan dengan dunia perkuliahan ini? mau jadi apa nantinya? 

Dan rata - rata 60 persen kelas menjawab menjadi pengusaha, dan beberapa diantaranya sudah menjadi entrepreneur muda misalnya ada yang punya On Line Shop, konveksi, distro atau bahkan usaha makanan, seperti jual cookies dan pudding yoghurt yang sedang tren dikalangan netizen.

Dengan boomingnya para generasi muda yang sudah sukses dengan gebrakan ide-ide yang simple namun impact full ini, semakin membuat generasi muda mengalami pergeseran impian masa depan. Tentu masih dalam hal positif ya, nah merekapun terus berkembang dan terstimulus dengan baik dalam dunia entrepreneur. 

Pernah dengarkan istilah Pop up Market? Saat ini pop up market menjadi trend, tidak hanya dunia fesyen saja, dunia kuliner pun ikut terbawa arus pop up market. tak pelak sayapun saya menjadi salah satu fans Pop up market.  Tren ini sebenarnya menciptakan rasa penasaran luar biasa, dengan gaya kretivitas dalam mengkomunikasikannya, para pecintanya seakan-akan menanti kehadiran pop up market. Tak heran audience yang hadirpun sungguh membludak, beberapa pop up market yang terkenal 'Market Museum' menyajikan makanan dan minuman dengan beragam ide rasa, bahan, hingga kemasan dan gaya / cara mengkonsumsinya. 

Sebenarnya untuk para brand besar, pop up market dilakukan sebagai upaya tes pasar pada suatu lokasi pada periode tertentu, nah inilah 'kekuatan komunikasi' yang luar biasa, dimana tes pasar dapat dijadikan ajang penantian para penikmatnya.

Hal ini dirasa sangat efektif, bila daya pembeli pada lokasi menurun bisa dengan mudah brand pindah pada titik potensi lainnya. Dengan mengkolaborasikan dengan Kreativitas, Gaya Komunikasi dan Gaya Pemasaran yang menarik, kondisi ini dinilai paling efektif saat ini, tentu ada pertimbangan unsur perilaku konsumennya juga.

Kini hadir juga yang sedang digandrungi young citizen, yakni konsep Food Truck. Kreativitas memegang kendali disini, dengan beragam produk yang ditawarkan bisa dikemas simple, mudah dicoba dan terlebih lagi para youngpreneur 'pemilik usaha' dapat dengan mudah melakukan pola pemasaran jemput bola!!

Belum lagi bila kita berbicara emotional bounding diantaranya, ada rasa 'keren dan bangga' bila melakukan usaha ini, apalagi bila bisa menciptakan pasar dan penikmatnya sendiri, misalnya Food Truck yang selalu hadir disalah satu sudut pertokoan meubel pada malam didaerah fatmawati, food truck menjual cemilan dan kopi namun seakan ramai terus dikarenakan mereka dapat berkolaborasi dengan beberapa komunitas motor, tak heran terus menerus aliran pesanan dari penikmatnya.

 

Dengan konsep youngpreneur yang simple, kretif dan dinamis Tata Motor dengan mobil toko dan ultra truk, hadir mendukung perkembangan youngpreneur. Dengan harga yang terjangkau untuk Tata Motor - Moko berkisar 120jt - 140jt. Youngprenenur bisa berhitung dalam 1 tahun berapa rata-rata alokasi untuk biaya pengganti sewa toko / ruko. Ditambah lagi dengan adanya pola 'jemput bola' youngpreneur dapat mendeteksi tempat-tempat yang berpotensi mendatangkan pembeli.

 

Tampilan dari MoKo yang dinamis, mungil dan tentu dengan mesin 700cc ini dijamin akan meringankan biaya operasional bagi para youngpreneur pemula, atau malah bisa menjadi pertimbangan untuk menambah titik berjualan. Pertimbangan selanjutnya adalah layanan setelah pembelian (layanan purna jual), youngpreneur tak perlu khawatir sudah 119 bengkel mensupport layanan purna jual, dan sedang dipersiapkan  untuk youngprenenur dapat berinteraksi secara digital / e-commers.